Pertumbuhan Anak dan Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan


Anak-anak adalah masa depan bangsa yang nantinya akan menjadi penentu tingkat kemajuan suatu bangsa. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang esok hari akan menentukan arah dan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran sumber daya manusia memberikan kontribusi yang sangat besar dalam menyokong cita-cita pembangunan nasional. Kualitas sumber daya manusia merupakan modal utama dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. Pembangunan nasional  yang berkelanjutan tidak bisa hanya bertumpu pada ketersediaannya sumber daya alam yang melimpah akan tetapi harus didukung dan dibarengi dengan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga pembangunan nasional dapat berefek jangka panjang bagi masyarakat.

 

Menurut United Nations Development Program, IPM (Indeks Pengembangan Manusia) Indonesia tahun 2011 di urutan 124 dari 187 negara yang disurvei, dengan skor 0,617. Sedangkan di ASEAN Indonesia hanya berada di urutan ke enam setelah Singapura, Brunei Darusalam, Malaysia, Thailand dan Filipina. Indonesia hanya unggul dari Vietnam (Kompas, edisi Selasa, 17 April 2012). Hal ini diakibatkan karena semakin tingginya angka gizi buruk dari tahun ke tahun. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan saat ini Indonesia berada di peringkat kelima negara dengan kekurangan gizi sedunia. Ia menyebutkan jumlah balita yang kekurangan gizi di Indonesia saat ini sekitar 900 ribu jiwa. Jumlah tersebut merupakan 4,5 persen dari jumlah balita Indonesia, yakni 23 juta jiwa. Daerah yang kekurangan gizi tersebar di seluruh Indonesia, tidak hanya daerah bagian timur Indonesia (Tempo, edisi Rabu, 18 Januari 2012).

 

Artinya anak-anak Negeri yang menjadi generasi penerus bangsa berada pada keburukan tingkat gizinya. Padahal gizi merupakan asupan dasar yang dapat mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak. Gizi merupakan faktor yang paling berpengaruh pada tingkat perkembangan kognisi anak. Karena gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak yang nantinya akan berpengaruh pula pada tingkat kecerdasannya. Terutama kalsium, karena fungsi kalsium bagi otak sangatlah besar. Kalsium berperan dalam transmisi sinyal otak dan saraf. Kekurangan kalsium dapat mempengaruhi daya ingat. Sistem syaraf membutuhkan kalsium agar dapat berfungsi optimal. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan spasme (kejang) otot dan gangguan fungsi otak dan sistem syaraf (dalam http://majalahkesehatan.com).

 

Salah satu sumber kalsium yang paling akrab dengan kehidupan anak sehari-hari adalah ‘SUSU”. Hampir setiap anak-anak menyukai “SUSU”, akan tetapi untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan kecerdasan anak diperlukan kualitas “SUSU” yang terbaik. Susu yang terbaik merupakan hasil “INOVASI “ yang teruji sehingga benar-benar berkualitas, aman, sehat dan “HALAL”. Masalahnya akhir-akhir ini banyak ditemukan produk “SUSU” palsu. Ini bukan masalah yang sepele, karena jika anak-anak mengkonsumsi susu palsu maka berbahaya bagi kesehatannya. Seperti yang terjadi di China, Sedikitnya 14 bayi mengalami kerusakan ginjal akibat meminum susu formula palsu. Bayi malang itu muntah-muntah dan tidak bisa buang air kecil. Kasus produk palsu memakan korban banyak terjadi di China. Pada 2004, lebih 200 bayi menderita gizi buruk setelah meminum susu di Provinsi Anhui. Sedikitnya 12 bayi lain tewas karena mengonsumsi susu palsu (Kompas, edisi Rabu, 10 September 2008).

 

Disinilah peran orang tua terutama ibu menjadi sorotan. Artinya ibu haruslah cerdas dalam memilih susu bagi sang buah hatinya. Ibu harus mempertimbangkan bibit, bobot, bebet susu yang nantinya akan diberikan untuk si anak. Jangan sampai ibu salah memilih susu dan tidak memperhatikan kualitas susu yang diminum oleh si anak. Jangan sampai susu yang tadinya diharapkan dapat menyehatkan dan membantu pertumbuhan justru berbalik merenggut nyawa sang buah hati. Ibu harus benar-benar menjaga segala asupan gizi terutama susu yang akan diberikan pada si anak. Jika tidak, maka akan berbahaya bagi kesehatan si anak.

 

Ibu harus dapat memastikan bahwa susu yang diberikannya adalah susu yang aman, sehat, berkualitas dan “HALAL”. Sehingga anak-anak dapat tumbuh kembang dengan baik dan terciptalah anak-anak yang cerdas dan sehat. Kita harus menyadari bahwa anak merupakan generasi bangsa di masa yang akan datang dan merupakan calon pemimpin bangsa. Sangat disayangkan apabila asupan gizi para generasi penerus bangsa telah terpinggirkan bahkan terkontaminasi oleh bahan kimia yang berbahaya. Oleh karena itu, memilih dan menjaga asupan gizi sang buah hati terutama susu merupakan upaya menciptakan generasi penerus bangsa yang gemilang guna mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

 

 

Artikel ini diikut sertakan dalam Kontes Blog “Susu Inovasi Yang Sehat dan Halal Untuk Pertumbuhan Anak”, “Halal is My Life”.

 

 

Ditulis oleh : Arjuna Putra Aldino, Mahasiswa Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: