Paradigma Pendidikan : Dari Behavioristik ke Konstruktivistik


PARADIGMA PENDIDIKAN:
Dari Behavioristik ke Konstruktivistik

Nyoman S. Degeng

Universitas Negeri Malang

Universitas PGRI Adibuana Surabaya

 

Pembahasan

Manusia Indonesia terjangkit virus keseragaman

Pola pikir sentralistik, monolitik, dan uniformistik mewarnai pengemasan dunia belajar dan Pendididkan.

Mitos jaman pramodern

  • Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
  • Gantungkan cita-citamu setinggi langit.

Mitos jaman modern

  • Benar-salah adalah negara saya
  • Hidup adalah perjuangan
  • Keputusan berdasarkan hirarkhi

8 KUNCI KEUNGGULAN  Di era kesemrawutan global

  • Kejujuran
  • Kegagalan awal kesuksesan
  • Bicara dengan niat baik
  • Pola pikir kekinian
  • Komitmen
  • Tanggung jawab
  • Sikap luwes
  • Hidup seimbang
ANALISIS KOMPARATIF
Behavioristik-Konstruktivistik (Dua pilihan di persimpangan)
PANDANGAN TENTANG Pengetahuan, Belajar dan Pembelajaran

Behavioristik

  • Pengetahuan: objektif, pasti, tetap
  • Belajar: perolehan pengetahuan
  • Mengajar: memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar
  • Mind berfungsi sebagai alat penjiplak struktur pengetahuan
  • Si belajar diharapkan memiliki pemahaman yang sama dengan pengajar terhadap pengetahuan yang dipelajari
  • Segala sesuatu yang ada di alam telah terstruktur, teratur, rapi
  • Pengetahuan juga sudah terstruktur rapi

Konstruktivistik

  • Pengetahuan : non- objektif, temporer, selalu berubah
  • Belajar: pemaknaan pengetahuan
  • Mengajar: menggali makna
  • Mind berfungsi sebagai alat menginterpretasi sehingga muncul makna yang unik
  • Si belajar bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari
  • Segala sesuatu bersifat temporer, berubah, dan tidak menentu
  • Kitalah yang memberi makna terhadap realitas
MASALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
BEHAVIORISTIK
  • Keteraturan
  • Si belajar dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas yang ditetapkan lebih dulu secara ketat
  • Pembiasaan (disiplin) sangat  esensial
  • Kegagalan atau ketidak-mampuan dalam menambah pengetahuan dikategorikan sebagai  KESALAHAN, HARUS DIHUKUM
  • Keberhasilan atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas dipuji atau diberi Hadiah
  • Ketaatan kepada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan
  • Kontrol belajar dipegang oleh sistem di luar diri si-belajar
  • Tujuan pembelajaran menekankan pada penambahan pengetahuan
  • Seseorang dikatakan telah belajar apabila mampu mengungkapkan kembali apa yang telah dipelajari
  • Keterampilan terisolasi
  • Mengikuti urutan kurikulum ketat
  • Aktivitas belajar mengikuti buku teksMenekankan pada hasil
  • Respon pasifMenuntut satu jawaban benar
  • Evaluasi merupakan bagian terpisah  dari belajar

KONSTRUKTIVISTIK

  • Ketidakteraturan
  • Si belajar dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas
  • Kebebasan merupakan unsur  yang sangat esensial
  • Kegagalan atau keberhasilan, kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu DIHARGAI
  • Kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan
  • Kontrol belajar dipegang oleh si-belajar
  • Tujuan pembelajaran me-nekankan pada penciptaan pemahaman, yang menuntut aktivitas kreatif-produktif dalam konteks nyata
  • Penggunaan pengetahuan secara bermakna
  • Mengikuti pandangan si-belajar
  • Aktivitas belajar dalam konteks nyata
  • Menekankan pada proses
  • Penyusunan makna secara aktif
  • Menuntut pemecahan ganda
  • Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar

PEMECAHAN MASALAH: Implikasi teori konstruktivistik

Proposisi:

Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru

 Implikasi terhadap pembelajaran dan evaluasi

  • Dorong munculnya diskusi pengetahuan yang dipelajari
  • Dorong munculnya berpikir divergent, bukan hanya satu jawaban benar
  • Dorong munculnya berbagai jenis luapan pikiran/aktivitas
  • Tekankan pada keterampilan berpikir kritis
  • Gunakan informasi pada situasi baru

Proposisi:

Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar

  •  Sediakan pilihan tugas
  • Sediakan pilihan cara memperlihatkan keberhasilan
  • Sediakan waktu yang cukup memikirkan dan mengerjakan tugas
  • Jangan terlalu banyak menggunakan tes yang telah ditetapkan waktunya
  • Sediakan kesempatan berpikir ulang
  • Libatkan pengalaman konkrit

Proposisi:

Strategi belajar yang digunakan menentu-kan proses dan hasil belajarnya

  • Berikan kesempatan untuk menerapkan cara berpikir dan belajar yang paling cocok dengan dirinya
  • Berdayakan melakukan evaluasi diri tentang cara berpikirnya, cara belajar, atau lainnya

Proposisi:

Motivasi dan usaha mempengaruhi belajar dan unjuk-kerja

  • Motivasilah dengan tugas-tugas riil dalam kehidupan sehari-hari dan kaitkan tugas dengan pengalaman pribadi
  • Dorong  untuk memahami kaitan antara usaha dan hasil

Proposisi:

Belajar pada hakekatnya memiliki aspek sosial.

Kerja kelompok sangat berharga

  • Beri kesempatan untuk melakukan kerja kelompok
  • Dorong untuk memainkan peran yang bervariasi
  • Perhitungkan proses dan hasil kerja kelompok

 

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: