General Problem Solver (A. Newell & H. Simon)


Ikhtisar:

General Problem Solver (GPS) adalah teori pemecahan masalah manusia dinyatakan dalam bentuk program simulasi (Ernst & Newell, 1969; Newell & Simon, 1972). Program dan kerangka teoritis yang terkait memiliki dampak yang signifikan pada arah berikutnya psikologi kognitif. Hal ini juga memperkenalkan penggunaan produksi sebagai metode untuk menentukan model kognitif.

Kerangka teoretis adalah pengolahan informasi dan mencoba untuk menjelaskan perilaku semua sebagai fungsi dari operasi memori, proses kontrol dan aturan. Metodologi untuk pengujian teori yang terlibat mengembangkan simulasi komputer dan kemudian membandingkan hasil simulasi dengan perilaku manusia dalam tugas yang diberikan. Perbandingan tersebut juga menggunakan analisis protokol (Ericsson & Simon, 1984) di mana laporan lisan dari seseorang memecahkan tugas digunakan sebagai indikator proses kognitif (lihat http://www.rci.rutgers.edu/ ~ cfs / 472_html/CogArch/Protocol.html)

GPS dimaksudkan untuk menyediakan satu set inti dari proses yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai jenis masalah. Langkah penting dalam memecahkan masalah dengan GPS adalah definisi dari ruang masalah dalam hal tujuan yang akan dicapai dan aturan transformasi. Menggunakan pendekatan berarti-akhir analisis, GPS akan membagi tujuan keseluruhan menjadi subgoals dan berusaha untuk mengatasi masing-masing. Beberapa aturan dasar termasuk solusi: (1) mengubah satu objek ke yang lain, (2) mengurangi berbeda antara dua benda, dan (3) menerapkan operator untuk objek. Salah satu elemen kunci butuhkan dengan GPS untuk memecahkan masalah adalah tabel operator perbedaan yang ditentukan transformasi apa yang mungkin.

Lingkup / Aplikasi:

Sementara GPS ini dimaksudkan untuk menjadi seorang jenderal pemecah masalah, itu hanya bisa diterapkan pada “yang didefinisikan dengan baik” masalah seperti membuktikan teorema dalam logika atau geometri, teka-teki kata dan catur. Namun, GPS adalah karya dasar teoritis lainnya oleh Newell et al. seperti SOAR dan GOMS. Newell (1990) memberikan ringkasan tentang bagaimana pekerjaan ini berevolusi.

Contoh:

Berikut ini adalah jejak GPS memecahkan masalah logika untuk mengubah L1 = R * (-P => Q) ke L2 = (Q \ / P) * R (Newell & Simon, 1972, p420):

Tujuan 1: Mengubah L1 ke LO
Tujuan 2: Mengurangi perbedaan antara L1 dan L0
Tujuan 3: Terapkan R1 untuk L1
Tujuan 4: Mengubah L1 ke dalam kondisi (R1)
Menghasilkan L2: (-P => Q) * R
Tujuan 5: Mengubah L2 menjadi L0
Tujuan 6: Mengurangi perbedaan antara kiri (L2) dan kiri (L0)
Tujuan 7: Terapkan R5 ke kiri (L2)
Tujuan 8: Mengubah kiri (L2) ke dalam kondisi (R5)
Tujuan 9: Mengurangi perbedaan antara kiri (L2) dan kondisi (R5)
Ditolak: Tidak mudah daripada Tujuan 6
Tujuan 10: Terapkan R6 ke kiri (L2)
Tujuan 11: Transform kiri (L2) ke dalam kondisi (R5)
Menghasilkan L3: (P \ / Q) * R
Tujuan 12: Mengubah L3 ke L0
Tujuan 13: Mengurangi perbedaan antara kiri (L3) dan kiri (L0)
Tujuan 14: Terapkan R1 ke kiri (L3)
Tujuan 15: Transform kiri (L3) ke dalam kondisi (R1)
Menghasilkan L4: (Q \ / P) * R
Tujuan 16: Mengubah L4 ke L0
Identik, QED

Prinsip:

1. Pemecahan masalah perilaku melibatkan berarti-berakhir-analisis, yaitu, memecahkan masalah ke dalam subkomponen (subgoals) dan pemecahan masing-masing.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: