Contiguity Theory (Edwin Guthrie)


Ikhtisar

Persentuhan teori Guthrie menetapkan bahwa “kombinasi dari stimulus yang telah menyertai suatu gerakan akan di rekurensinya cenderung akan diikuti oleh gerakan itu”. Menurut Guthrie, mempelajari semua merupakan konsekuensi dari hubungan antara stimulus dan respon tertentu. Selain itu, Guthrie berpendapat bahwa rangsangan dan tanggapan tertentu mempengaruhi pola motor sensorik, apa yang dipelajari adalah gerakan, bukan perilaku.

Dalam teori kedekatan, penghargaan atau hukuman tidak memainkan peran penting dalam belajar karena mereka terjadi setelah hubungan antara stimulus dan respon telah dibuat. Belajar terjadi dalam percobaan tunggal (semua atau tidak ada). Namun, karena masing-masing pola stimulus sedikit berbeda, banyak pencobaan mungkin diperlukan untuk menghasilkan respon umum. Satu prinsip yang menarik yang muncul dari posisi ini disebut “postremity” yang menentukan bahwa kita selalu belajar hal terakhir yang kita lakukan dalam menanggapi situasi rangsangan tertentu.

Teori kedekatan menunjukkan bahwa lupa adalah karena gangguan daripada berlalunya waktu; rangsangan menjadi terkait dengan tanggapan baru. Pengkondisian sebelumnya juga dapat diubah dengan dikaitkan dengan tanggapan penghambat seperti rasa takut atau kelelahan. Peran motivasi adalah untuk menciptakan keadaan terangsang dan kegiatan yang menghasilkan respon yang dapat dikondisikan.
Lingkup / Aplikasi

Teori kedekatan ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah teori umum pembelajaran, meskipun sebagian besar penelitian yang mendukung teori ini dilakukan dengan hewan. Guthrie tidak menerapkan kerangka kerja untuk gangguan kepribadian (misalnya Guthrie, 1938).
Contoh

Paradigma eksperimental klasik untuk teori kedekatan adalah kucing belajar untuk melarikan diri dari kotak teka-teki (Guthrie & Horton, 1946). Guthrie menggunakan kotak kaca berpanel yang memungkinkan dia untuk memotret gerakan yang tepat dari kucing. Foto-foto ini menunjukkan bahwa kucing belajar untuk mengulang urutan yang sama gerakan yang terkait dengan melarikan diri sebelumnya dari kotak. Perbaikan muncul karena gerakan yang tidak relevan terpelajar atau tidak termasuk dalam asosiasi berturut-turut.
Prinsip

1. Dalam rangka untuk pengkondisian terjadi, organisme harus menanggapi secara aktif (yaitu, melakukan hal-hal).
2. Sejak belajar melibatkan pengkondisian gerakan tertentu, instruksi harus memberikan tugas yang sangat spesifik.
3. Paparan banyak variasi dalam pola stimulus yang diinginkan dalam rangka untuk menghasilkan respon umum.
4. Tanggapan terakhir dalam situasi pembelajaran harus benar karena itu adalah salah satu yang akan terkait.

 

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: