Pernyataan Marzuki Alie, Serangan ke KPK Jilid II


Tribunnews.com – Selasa, 2 Agustus 2011 13:00 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ada skenario besar (grand scenario) untuk melemahkan KPK dibalik keluarnya pernyataan Ketua DPR, Marzuki Alie yang meminta agar KPK dibubarkan. Upaya itu dilakukan pascagagalnya serangan jilid I kriminalisasi Bibit-Chandra.

“Saya kira boleh jadi pernyataan Marzuki ini adalah grand scenario untuk menghabisi KPK, atau serangan terhadap KPK jilid II. Kalau serangan jilid I kan gagal terhadap Bibit-Chandra karena saat itu KPK dapat dukungan publik. Bisa jadi ini serangan KPK jilid II,” ujar Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding saat dihubungi wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/8/2011).

Menurut Sudding, grand scenario serangan terhadap KPK adalah yang diinginkan jaringan para koruptor dengan tujuan agar KPK tak bisa menjalankan fungsinya secara maksimal. Karena itulah Sudding meminta agar publik dan anggota DPR sebaiknya menelaah lebih jauh tujuan di balik pernyataan Marzuki Alie tersebut.

“Makanya kita harus melawan,” tegasnya.

Sudding juga mengkritisi pernyataan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin yang menganggap kritikan terhadap Marzuki adalah suatu hal yang konyol. Politisi Partai Hanura ini mengatakan bahwa adalah benar Konstitusi UUD 1945 mendukung adanya kebebasan menyatakan pendapat.

Tetapi menurut dia, posisi Marzuki Alie saat menyampaikan pernyataan tidak dilihat sebagai seorang pribadi warga negara biasa.

“Kalau pernyataan dia sebagai rakyat biasa, takkan ada yang menganggapnya. Tapi karena dia seorang Ketua DPR maka itu bisa menimbulkan kontroversi. Semangat pemberantasan korupsi lagi giat-giatnya, tapi kenapa tiba-tiba dia sebagai juru bicara DPR hendak mewacanakan membubarkan KPK dan mengampuni koruptor? Yang diwacanakan Pak Marzuki dan prinsip antikorupsi jadi tak sejalan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi menyatakan partainya akan menganggap konyol orang yang ingin menurunkan Marzuki, meski Marzuki sudah siap turun kapan pun.

Menurut Didi, Marzuki memiliki hak menyampaikan gagasannya karena kebebasan berpendapat diatur di UUD 1945. Dengan demikian, tak boleh ada langkah dari fraksi-fraksi di DPR untuk mendorong dicopotnya Marzuki Alie dari posisinya sebagai ketua DPR, atau bahkan melaporkannya ke Badan kehormatan DPR.

Penulis: Willy Widianto  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

//

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: