Trend Tekhnologi dan Media


BAB II

PEMBAHASAN

  1. Tren Teknologi dan Media

Abad kedua puluh satu adalah waktu yang menyenangkan untuk dapat bekerja di bidang pendidikan dan pelatihan. Kecenderungan saat ini mungkin atau mungkin tidak berkelanjutan, dan kita, sebagai pendidik dan warga dunia, memiliki banyak tantangan tujuan. Mari kita lihat beberapa kecenderungan yang berhubungan dengan media dan teknologi bagi pendidik dan pelatih (Sharon E Smaldino, 2008: 305).

Disaat sekarang ini sudah semakin berkembang teknologi dan media, dari tahun ke tahun semakin maju dan terus melakukan inovasi. Di jaman yang semakin modern ini mulai berkembang adanya penggabungan format media. Penggabungan itu dilakukan oleh komputer. Komputer yang melakukan rekayasa itu hingga menjadi sebuah media yang dapoat digunakan oleh pendidik dalam memeberikan materi kepada peserta didik.

Ada macam-macam kombinasi yang dihasilkan oleh komputer. Kombinasi dari komputer dan video menyebabkan video interaktif. media Audio mulai berkembang dari audiocasettes ke CD audio. Virtual reality mulai muncul. Digitalisasi cetak, gambar, dan suara yang dibuat banyak dari kombinasi yang mungkin tersedia.

Meskipun banyak sekolah menggunakan media yang mutakhir, masih ada beberapa sekolah yang masih mempertahankan media teknologi tradiional. Contohnya saja di sekolah P-12(sekolah dasar), masih menggunakan buku teks sebagai media utama dalam proses belajar mengajar. Selain menggunakan buku teks, ada juga papan tulis dan proyektor overhead. Sebab dengan papan tulis dan proyektor overhead juga dapat memaksinalkan proses belajar mengajar. Di Amerika Serikat, misalnya, bahan cetak adalah format media yang dominan, menurut laporan guru diri (Pusat Penelitian Masyarakat, 1999). Tujuh kali lebih banyak P-12 guru menggunakan buku teks setiap hari sebagai bahan menggunakan audio atau video. Buku pelajaran dan barang cetakan lainnya adalah alat-alat pembelajaran yang paling umum di seluruh dunia (Sharon E Smaldino, 2008: 307). Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa di sekolah P-12, siswa dalam proses belajar mengajar masih banyak menggunakan buku dan alat pembelajaran yang umum dilihat dan diketahui oleh siswa.

Dalam dunia usaha, yang dipimpin instruktur pelatihan kelas (presentasi dan demonstrasi) masih sebagai metode yang paling universal diterapkan dari pelatihan, saat ini digunakan di lebih dari 90 persen perusahaan. Dicetak workbook dan manual digunakan “selalu” atau “sering” di lebih dari 79 persen perusahaan. Rekaman video digunakan dalam 52 persen dari perusahaan, sementara permainan dan simulasi yang digunakan dalam 25 persen. Secara keseluruhan, penggunaan rekaman video tampaknya menjadi surut perlahan-lahan, digantikan oleh media berbasis komputer. (Sharon E Smaldino, 2008: 307).

Teknologi tradisional dan teknologi modern jaman sekarang akan terus berkembang dan saling melengkapi satu dengan yang lain. Dengan mengetahui keuntungan dari aplikasi yang merupakan hasil dari teknolohgi tradisional dan teknologi modern sekarang, maka akan mengetahui kapan masing-masing teknologi itu digunakan.

Selain dengan mempertahankan media tradisional, kita juga hendaknya mempertahankan komputer. Dalam tern Teknologi Pendidikan di kalangan sekolah P-12 terdapat kejenuhan apabila dekat dengan komputer, sedangkan di kalangan perguruan tinggi kejenuhan bersifat moderat. Kurikulum pun dari yang sebelumnya adalah “melek komputer” sekarang berubah menjadi “melek ICT”.

  1. Sekolah Masa Depan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat cepat, akurat, dan memikat dalam menyajikan informasi dan komunikasi telah mempengaruhi dunia. Pengaruhnya terjadi pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pembelajaran, yaitu dengan dikembangkannya pembelajaran yang memanfaatkan perangkat keras (hard ware) dan perangkat lunak (soft ware) dari teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan menggunakan komputer sebagai media pembelajaran, sehingga muncul pembelajaran berbasis komputer (Computer Based Learning). Komputer merupakan media yang menarik, atraktif, dan interaktif. Pembelajaran berbasis komputer merupakan proses di mana peserta didik dilatih dan diakrabkan dengan simbol atau tanda ikonik yang berlaku di dunia audio dan visual sebagaimana mereka menguasai huruf dan angka. Proses pembelajarannya perlu memperhatikan karakteristik peserta didik, lingkungan dan budaya setempat. Untuk itu lembaga pendidikan, seperti sekolah dan perguruan tinggi perlu mengagendakan pembelajaran yang terintegrasi dengan materi pembelajaran melalui pemanfaatan komputer. Salah satu nya pembelajaran menggunakan E-Learning. Jika kita lihat dari suku katanya E berarti electronic dan learning berarti pembelajaran. Jadi E-learning  adalah pembelajaran dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dimana peran komputer dan internet sangat menunjang proses pembelajaran peserta didik. Dengan menggunakan  Internet, peserta didik dapat memperoleh informasi  yang semula hanya diberikan oleh guru dan bersumber pada buku, dapat mereka peroleh dari internet tanpa batas jarak dan waktu. Kemajuan teknologi seperti E-Learning dan Teknologi Informasi dapat mempermudah pendidik untuk mengaplikasikan pembelajaran.

Dengan pendidikan yang memanfaatkan teknologi, maka sekolah tersebut dapat mengembangkan proses pembelajaran melalui media teknologi yang ada disekolah tersebut. Computer sangat efektif dalam fasilitas pembelajaran, karena dapat digunakan sebagai media untuk mentransfer informasi ke peserta didik dengan mudah. Selain sebagai mediauntuk mentransfer informasi ke peserta didik, computer juga dapat mempermudah pendidik dalam menyampaikan meteri kepada siswa.(Sharon E Smalldino, 2008: 308-310)

  1.  Memperluas jarak pendidikan dengan E-Learning

Memperluas jarak pendidikan dengan menggunakan E-Learning saat ini sudah banyak di gunakan di sekolah-sekolahSementara itu, e-learning pun dapat mengandung arti umum secara terminologi, yaitu e-learning diartikan sebagai proses pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan komputer (network), yaitu internet atau intranet.

E-learning merupakan salah satu strategi atau metoda pembelajaran paling efektif yang mampu menjangkau tempat yang sangat luas, dengan biaya relatif murah. E-learning meliputi semua pemanfaatan dari teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. E-learning adalah proses transformasi pembelajaran yang berpusat pada pengajar (teacher centered learning) kepada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (learner/student centered learning).

Peserta didik belajar tidak tergantung kepada pengajar karena dapat belajar kapan dan dimana saja, melalui jalur mana saja dengan kecepatan apapun. Akses informasi (knowledge) lebih banyak, luas, dan lengkap. Dalam pembelajaran itu pengajar dan peserta didik tidak perlu berada pada tempat dan waktu yang sama untuk melangsungkan proses pembelajaran, namun cukup dengan menggunakan internet sebagai medianya. Pengajar cukup mengupload data bahan ajar pada situs e-learning. Peserta didik dapat mempelajari pelajaran dari pengajar yang bersangkutan dengan membuka situs e-learning tersebut. Materi pembelajaran selalu ada kapan dan dimanapun sesuai dengan dibutuhkannya. E-learning sangat berkembang karena relatif tidak memerlukan biaya tinggi namun memiliki jangkauan yang luas hingga ke seluruh dunia tanpa dibatasi oleh kondisi geografis, sehingga lebih mudah untuk menyampaikan informasi pembelajaran.

E-learning adalah program aplikasi berbasis internet yang memuat informasi tentang pendidikan yang jelas, dinamis, dan akurat serta up to date serta memberikan kemudahan bagi para peserta didik untuk melakukan pembelajaran secara on line. Sedangkan bagi pengajar dapat membantu strategi pembelajaran dalam menyebarkan informasi mengenai pendidikan secara luas. (http://m-ali.net/?p=84)

  1.  Pemanfaatan Wireless

Aplikasi wireless sangat penting untuk aplikasi pelatihan pendidikan, perangkat nirekable termasuk telephone seluler dan personal digital asistan atau PDA , computer portable berfungsi sebagai penyelenggara data, serta dapat menjalankan data aplikasi computer.Saat ini banyak sekolah-sekolah yang menggunakan fasilitas wireless dalm pembelajaran di sekolah. Hal ini memungkinkan siswa untuk membawa laptop  yang selalu terhubung pada wireless, dengan mengguakan wireless siswa dan pendidik dapat memperoleh materi dan informasi yang menyangkut mata pelajaran di sekolah mereka.dengan menggunakn wireless disekolah siswa dapat mengakses internet dimanapun ia berada .wireless juga dapat di gunakan dengan telephone seluler yang ada fasilitas wireless.

  1. Kemajuan telekomunikasi dan teknologi interaktif

Kemajuan telekomunikasi dan teknologi interaktif.teknologi menjadi lebih berguna, lebih lazim, lebih cerdas dan lebih kuat.Teknologi canggih termasuk teknologi hypermedia,multimedia interaktif dan virtual reality. Di dalam telekomunikasi masih ada aplikasi multimedia dan hypermedia yang berfungsi untuk instruksi inti dalm membantu proses pembelajaran.tetapi, di dalam pemebajaran menggunakan multimedia masih harus di konstruksikan karena belum sepenuhnya teknologi multimedia di gunakan di sekolah-sekolah.Telekomunikasi menawarkan potensi bagi para siswa dan guru untuk memecahkan sesuatu dari ruang kelas P-12 dan membagi ide dengan informasi.

4. Menggunakan Teknologi dalam Pendidikan P-12

Ada berbagai peralatan relativitas (dari komputer ke perekam video) yang tersedia untuk digunakan oleh mahasiswa, tetapi banyak guru yang kurang siap untuk menggunakannya. Usaha kecil kurang dari 15 persen dari anggaran sekolah di teknologi, telah dihabiskan untuk melatih para guru bagaimana mengintegrasikan teknologi dengan efektif ke dalam kurikulum padahal bukti keberhasilan teknologi berbasis instruksi kemudian sekedar meningkatkan kemungkinan perluasan melebihi pengisian kekosongan.

Wiki dapat digunakan untuk mendorong komunikasi interaktif antara siswa di kelas yang sama atau antara kelas. Sebagai contoh, siswa dapat berkolaborasi pada pengembangan presentasi mengenai suatu topik. P-12 siswa dapat berinteraksi dengan siswa lain merespon kegiatan yang mereka tulis atau jurnal dalam disiplin ilmu. Mempertahankan wiki pengguna tidak berarti Anda harus mengambil risiko pengguna ceroboh (atau perusak) merusak hal-hal dengan mengedit konten berkesan. Banyak paket wiki yang lebih canggih dan kompleks memungkinkan untuk incremental backup, login pengguna, dan halaman mengunci untuk memastikan bahwa keamanan (atau setidaknya retrievability) dari konten.

5. Mengubah Peranan Guru

Guru dalam pembelajaran berubah sebagai teknologi baru yang berkembang di kelas. Guru yang tidak diganti oleh teknologi, namun peran mereka telah berubah dari seorang penyiar untuk belajar koordinator sumber daya. Selain itu, mereka bertindak sebagai fasilitator, konsultan manajer, dan motivator. peran baru mereka bebas untuk bekerja lebih mandiri dengan individu dan kelompok-kelompok kecil, sedangkan meninggalkan presentasi formal di media lain. Guru membantu siswa menemukan proses informasi dari banyak sumber. Di masa depan, guru akan menjadi lebih dan lebih “panduan pada sisi” daripada “bijak di atas panggung.”

Permintaan untuk guru dengan ketrampilan komputer meningkat, beberapa sekolah sekarang mengharuskan guru menunjukkan keterampilan tersebut. Kecenderungan perubahan dalam persyaratan sertifikasi guru, terutama untuk memungkinkan orang awam yang kompeten untuk mengajar, akan dipercepat oleh penerimaan kursus yang ditawarkan oleh teknologi, keuntungan memiliki staf beragam dan berbakat serta kekurangan guru saat ini. Semakin banyak tenaga kependidikan bersertifikat paraprofessional. sekolah masa depan akan memiliki staf pembelajaran yang lebih beragam daripada di masa lalu.

6. Membantu belajar dengan agen pedagogis.

Agen pedagogis adalah program komputer tampaknya memiliki karakteristik animasi (Baylor, 1999). Contoh asisten untuk “klip” di Microsoft Office yang memantau tindakan pengguna dan membuat saran

Peran untuk agen pengajaran di kelas mungkin termasuk berikut:

v Asisten informasi untuk membantu siswa mengelola informasi.

v Tutor untuk memfasilitasi pembelajaran.

v Mentor pelatih untuk mendukung membimbing dan memperluas berpikir siswa.

v Alat untuk membuat agen siswa pedagogis pribadi.

agen Pedagogical dapat membantu siswa dengan informasi yang berlebihan dengan cara berikut:

  1. membantu mereka mengatur informasi.
  2. memberikan umpan balik.
  3. menciptakan pengalaman belajar yang unik.

Menjelajahi pengembangan agen pedagogis dapat mempengaruhi apa yang guru ketahui tentang instruksi yang baik. Selain itu, agen pedagogis dapat menjadi alat yang berguna bagi para guru. Misalnya, membantu guru untuk memilah-milah volume profesional informasi yang mereka terima setiap hari, lebih lanjut, mereka dapat membantu guru untuk mengatur dan mengelola lingkungan belajar bagi siswa mereka.

7.  Meningkatkan komunikasi antara sekolah dan rumah

Teknologi Telekomunikasi memberikan kesempatan hubungan lebih erat antara sekolah dan rumah. Melalui teknologi, telepon (mesin penjawab dan forum merekam) orang tua dan guru dapat berkomunikasi dalam waktu virtual. Dengan meningkatnya komunikasi antara sekolah dan rumah adalah mungkin untuk memperpanjang jangka waktu untuk belajar. Teknologi memungkinkan guru untuk mengirim PR dan tugas melalui jaringan rumah. Orang tua, siswa, dan guru dapat berinteraksi di tempat kerja. Siswa dapat mengakses file data pribadi mereka dari rumah dan juga berkomunikasi dengan bahan pembelajaran yang ditempatkan pada komputer sekolah.

8. Menutup kesenjangan teknologi.

Mereka mencoba untuk menyamakan perbedaan dalam kesempatan pendidikan antara keluarga di berpenghasilan rendah maupun tinggi. Hari ini, ini berarti memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang sama terhadap pengalaman dan teknologi informasi pengolahan. Kita tahu bahwa banyak anak-anak dari keluarga dengan pendapatan yang lebih tinggi memiliki akses ke komputer di rumah. Sekolah bersama dengan perpustakaan dan pusat-pusat komunitas harus memastikan bahwa anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah memiliki akses ke teknologi, khususnya komputer dan internet. Jika tidak kesenjangan antara teknologi dan melek buta huruf akan semakin melebar.

9. Pentingnya peningkatan teknologi.

Lebih dari setengah dari semua pekerjaan baru yang diciptakan membutuhkan beberapa melek informasi dan teknologi, dan peningkatan persentase. alat Teknologi baru adalah memberdayakan, produktif, dan motivasi. Pekerja harus memiliki jangkauan yang diperluas keterampilan teknis dalam komunikasi, pemecahan masalah, dan produksi. Baik produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di masa depan berhubungan dengan penggunaan efektif pekerja dan teknologi baru. pekerja masa depan yang ingin tetap digunakan membutuhkan kemampuan dan kesempatan untuk belajar keterampilan baru.

  1. Hubungan Pendidik dengan Undang-Undang Hak Cipta

Apa yang terjadi jika seorang pendidik sadar dan sengaja melanggar hukum hak cipta? Ada 1976 bertindak berisi sanksi pidana dan perdata. Hukuman pidana dapat denda sampai $ 1.000 dan satu tahun di penjara. pemilik hak cipta dapat pulih sampai $ 50,000 di pengadilan sipil untuk kehilangan royalti karena pelanggaran lebih lanjut dalam gugatan pelanggaran, lembaga yang dapat mempekerjakan dianggap bertanggung jawab bersama dengan pendidik tersebut. Pada tahun 1990, kongres diubah hukum hak cipta untuk strip lembaga publik dan lembaga-lembaga dari “kekebalan kedaulatan” suatu prinsip yang berakar pada hukum Inggris yang membebaskan “berdaulat” dari yang dituntut tanpa persetujuan.

  1. Meminta izin untuk menggunakan hak cipta

Penggunaan hak cipta dalam pendidikan slama ini telah banyak di lakukan oleh kalangan para pelajar atau mahasiswa.dalam konteks ini penggunaan hak cipta yang di maksud ialah siswa atau mahasiswa mengakses bahan-bahan materi belajar yang di buat oleh orang lain tanpa seizin dari pihak yang membuat materi belajar di internet. Sekarang mahsiswa atau pelajar sering sekali mengambil materi belajar yang ada di internet dan materi tersebut di masukan ke dalam bahan belajar mereka tanpa adanya sumber pengambilan materi itu, biasanya orang itu di namakan plagiat. Selain dari internet pengambilan bahan belajar juga bisa dari orang yang terdekat dengan kita, misalnya : kita sering copy paste bahan belajar milik orang lain tanpa sepengatahuan orang tersebut.

  1. Mengubah sifat pekerjaan guru ke komputer

Saat ini di Negara-negara besar di dunia guru-guru dalam mengajar sudah menggunakan media computer dalam pembelajaran di kelas,dalam hal ini guru melibatkan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggabungkan fikiran manusia dengan mesin kecerdasan atau computer.guru di dalam menggunakan computer tidak hanya sebagai media pembelajaran di kelas, guru juga memanfaatkan perkembangan teknologi  di dunia. Pada saat ini guru telah menggunakan media internet dalam proses pembelajaran kepada siswa. Dengan menggunakan internet tersebut guru dapat mengirim materi belajar kepada siswa yang rumahnya jauh dari sekolah , dengan hal itu siswa lebih mudah dalam mendapatkan materi belajar mereka . dan guru juga tidak bersusah payah untuk memberikan materi belajar.

  1.  Mengubah sifat pelatihan guru

Tepat pada perkembangan teknologi telah merubah kegiatan belajar mengajar di ruang perkuliahan. Dalam pelatihan ini di maksudkan untuk mengubah sifat dan kinerja serta produktivitas guru di dalam ruang perkuliahan, agar guru di dalam mengajar di kelas bisa konsentrasi dan focus terhadap materi yan akan di berikan kepada siswa.sering kali ruang kelas dalam kegiatan belajar mengajar tidak efektif dan di transfer ke pekerjaan yang lain.dan system ini yang seharusnya di rubah dari sifat guru,untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas guru dalam mengajar di kelas.

  1. Menilai pelatihan

Beberapa bisnis sekarang ini telah mengadopsi Manajemen Mutu Total(TQM), disamping program rekayasa yang lain saat ini memerlukan pengukuran yang akurat tentang dampak bisnis dari semua pengeluaran.  Hal ini telah mengubah dan mendorong program pelatihan bagi perusahaan guna mempertimbangkan hasil penilaian. Dalam hal ini pelatihan mempunyai empat tingkat evaluasi, yaitu:

  1.  kepuasan si pembelajar
  2. demonstrasi ketrampilan
  3. mentransfer pekerjaan
  4. berdampak pada tujuan bisnis

(Sharon E Smaldino,2008: 316-317)

  1. Teknologi Pendidikan di Lapangan Kerja

Teknologi pembelajaran setiap tahunnya meresap ke dalam pendidikan formal dan informal. Tidak hanya itu bidang ini juga memiliki orang-orang yang bekerja dalam jumlah yang besar, seperti lembaga kesehataan, departemen, departemen keuangan, diklat, dan militer. Didalam Teknologi pendidikan terdapat dua perkembangan yaitu hardware dan software. Keduanya mengalami perkembangan yang begitu pesat. Seperti,

penggunaan komunikasi telepon via wireless. Kali ini, pengkombinasian antara teknologi wireless, handphone, dan teknologi miniature memungkinkan kita untuk mengakses internet dengan mudah dan cepat. Hal ini sangat menantang dan menarik bagi para professional yang bergerak dibidang pendidikan dan pelatihan.  (Sharon E Smaldino,2008: 320)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: