Waspada…!!!Minyak Goreng Jadi-Jadian


Liputan6.com, Jakarta: Wisata kuliner menjadi salah satu yang menyenangkan saat ini. Bahkan bisa dibilang sudah jadi bagian gaya hidup. Perasaan puas bisa didapat apabila berhasil mendapatkan makanan yang benar-benar sesuai keinginan alias lezat. Apalagi jika dapat harga yang pas pula.

Makanan diproses dengan berbagai cara di antaranya dengan digoreng. Bisa dikatakan hampir seluruh masyarakat menggunakan minyak goreng dalam pengolahan makanan. Tak heran produk minyak goreng laku keras di pasaran mulai minyak kemasan bermerk hingga minyak goreng curah.

Harga minyak goreng Rp 9.000 hingga Rp 13 ribu per kilogram mulai dirasa berat sebagian penggunanya. Ini yang dimanfaatkan  oknum tak bertanggung jawab. Seorang narasumber mengatakan di wilayah pantai utara Jawa beredar minyak goreng jadi-jadian alias bekas namun diolah ulang untuk dijual.

Praktiknya mereka menggunakan zat kimia yang tak bisa dipertanggungjawabkan dalam pengolahannya. Mereka menyebutnya bubuk primer dan aktiviar. Diduga bubuk itu merupakan sejenis penjernih. Adapun untuk mendapatkan minyak goreng bekas tak terlalu sulit. Harganya murah yakni Rp 3.000 per liter.

Alat yang diperlukan membuat minyak goreng jadi-jadian antara lain kompor, drum bekas, dan salah satu komponen terpenting  bubuk kimia calcium bentonite yang digunakan mengendapkan kotoran di dalam minyak. Minyak jelantah kemudian dipanaskan hingga mendidih.

Selanjutnya bubuk kimia disiapkan dengan takaran yang tak masuk akal yakni lima gayung mandi untuk 25 liter minyak jelantah. Keesokan harinya minyak berwarna hitam keruh berubah menjadi kuning layaknya minyak goreng baru. Ini karena ampas masakan dan bubuk kimia mengendap di bawah.

Tak hanya warung kecil yang kerap menjadi pelanggan minyak bekas ini. Pesanan partai besar juga mereka ladeni. Minyak goreng bekas dengan campuran bahan kimia ini digunakan untuk memasak makanan yang setiap hari dihidangkan untuk pelanggan. Namun tak ada pelanggan yang curiga.

Para pengoplos menggunakan penjernih minyak untuk mendapatkan hasil maksimal. Penjernih minyak memang lazim digunakan untuk menjernihkan minyak mentah. Fungsinya untuk mengendapkan kotoran seperti sisa tandan, unsur logam. dan kotoran lainnya. Tapi ini hanya berlaku untuk minyak mentah bukan minyak bekas yang telah digunakan sebelumnya.

Yang namanya limbah sudah barang tentu berbahaya. Sudah seharusnya dibuang dan tidak untuk dikonsumsi. Apalagi untuk manusia. Yang dibutuhkan saat ini adalah kejelian dan kecermatan kita selaku konsumen dalam memilih minyak goreng yang akan digunakan.

Minyak goreng oplosan muncul karena beberapa sebab di antaranya harga minyak goreng di pasaran yang terus merangkak. Bagaimanapun konsumen harus benar-benar mewaspadai minyak goreng jadi-jadian agar tak membahayakan kesehatannya di kemudian hari.(JUM)

Cara Mengenali

Mengenali minyak goreng oplosan di pasaran memang tidaklah mudah. Tapi, tetap kita bisa membedakannya apabila kita mau jeli. Berikut ini tips mudah untuk mengenalinya:

– Berbau tengik.

– Berwarna lebih gelap dari minyak goreng asli.

– Terdapat endapan didasar minyak (berasal dari tepung terigu).

– Timbul buih dan berasap saat dipanaskan.

Keanehan di atas tidak ditemukan pada minyak goreng asli yang sehat.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: