Makanan Berformalin


JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar mengatakan, DPR akan meminta pertanggungjawaban pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Departemen Kesehatan (Depkes) mengenai kasus formalin. ”DPR akan memanggil BPOM dan Depkes untuk mempertanggungjawabkan kasus formalin,” ujarnya di sela-sela kampanye bebas formalin yang ditandai dengan makan bersama bakso dan mi ayam di kantor DPP PKB hasil Muktamar Semarang, kemarin.

Menurut Muhaimin, masalah formalin sebenarnya hanya masalah regulasi. BPOM harus melakukan sertifikasi terhadap makanan agar kasus formalin tak terulang.

Acara yang diikuti masyarakat sekitar kawasan Kalibata tersebut, dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan bakso yang merosot pascamunculnya isu penggunaan formalin pada sejumlah bahan makanan seperti bakso, mi basah, ikan asin, dan tahu.

Acara makan bakso gratis itu, dibuka oleh Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, dengan menghadirkan lebih dari 15 gerobak bakso yang merupakan anggota paguyuban pedagang bakso Gajah Mungkur Wonogiri se-Jakarta Raya.

Pada kesempatan itu, sejumlah pedagang bakso pun mengadu ke Muhaimin. Tarman, salah satu penjual bakso yang ikut kampanye itu mengaku selalu rugi akibat pemberitaan bakso tikus dan bakso formalin. Biasanya dalam sehari mampu membawa pulang Rp 400 ribu ke rumah, sekarang hanya membawa pulang Rp 50-100 ribu.

Dengan membawa uang dalam jumlah seperti itu, jelas rugi besar, karena ia mengeluarkan modal Rp 250 ribu. Rekannya, Zainal, meminta DPR agar membersihkan citra bakso tak aman dikonsumsi. Ketua Paguyuban Pedagang Bakso Gajah Mungkur Wonogiri se-Jakarta Raya itu meminta kepada pemerintah, khususnya kepada BPOM, untuk menerbitkan sertifikasi bebas formalin terhadap mi basah dan daging bakso yang dijual kepada pedagang.

”Masyarakat agar mempercayai, bahwa mi basah dan bakso yang dikonsumsi adalah bebas formalin,” katanya.

Dia juga mengecam tanyangan bakso tikus yang disiarkan sebuah stasiun televisi swasta.

”Beritanya saat itu tidak berimbang. Jika stasiun televisi itu tidak memberitakan hal sebaliknya, maka kami akan kembali mengadakan unjuk rasa Jumat depan,” ujar Zaenal.

Dalam acara makan bakso bersama tersebut, sekitar 300 warga dengan antusias mengikutinya.

PKB mengundang 10 abang bakso, yang masing-masing mendapat uang Rp 600 ribu untuk satu gerobak bakso yang dibawanya.

Pengganti

Sementara itu Humas Departemen Kesehatan (Depkes), Sumardi, mengatakan, saat ini Depkes sedang mempersiapkan bahan pengawet yang memenuhi standar kesehatan, yakni chitosan dan asap cair dari tempurung kelapa sebagai pengganti formalin.

”Kedua jenis bahan pengawet itu diharapkan akan menjadi pengganti bahan pengawet yang membahayakan kesehatan masyarakat, seperti pengawet mayat formalin dan boraks,” katanya, Minggu kemarin, di Jakarta.

Dia menjelaskan, dalam pekan ini bahan tersebut akan diluncurkan di Jakarta. Bahan pengawet makanan itu mempunyai keunggulan, yakni murah, mudah didapat, dan tidak membahayakan kesehatan.

Chitosan, lanjut Sumardi, telah diuji aman berdasarkan hasil penelitian ahli-ahli dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Untuk asap cair dari tempurung kelapa, ditemukan berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, saat mengunjungi Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu lalu, mengatakan, mulai Minggu depan pemerintah akan meluncurkan bahan pengawet yang tidak membahayakan kesehatan masyarakat.(di,aih-49a)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: