Penyebab Timbulnya Kemiskinan di Indonesia


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Dalam latar belakang ini berisi tentang pandangan PSDM berhubungan dengan tingkat kemiskinan. Dalam dalam pembahasan berisi tentang arti tabel tingkatan PSDM dan kemiskinan, hubungan PSDM dengan kemiskinan yang berdampak pada pengetahuan seseorang dan cara pandang seseorang.dalam konteks luas hubungan PSDM dengan kemiskinan mengandung beberapa factor yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan.

Pada umumnya cara pandang setiap orang pada PSDM dan kemiskinan masing-masing berbeda baik dari segi pengertian, hubungan, penalaran.Biasanya cara belajar mahasiswa tentang PSDM bukan hanya di bangku perkuliahan ,tetapi dapat juga lewat buku, internet, referensi, perpustakaan dan E-book.sehingga memudahkan mereka dalam memahami PSDM, dari segi pengertian, dampak PSDM dan hubungan PSDM dengan hal yang lain.

Karakteristik mahasiswa dalam memahami PSDM dan apa saja yang di dalamnya dalam memahaminya tidak sesuai dengan jaman sekarang, karena kebanyakan mahasiswa memiliki sifat yang dapat menghambat mereka dalam mencari pengetahuan tentang PSDM.

Rumusan masalah:

-apa yang menyebabkan timbulnya kemiskinan yang terjadi di Indonesia?

-bagaimana solusi menghadapi kemiskinan yang terjadi di Indonesia?

-bagaimana perkembangan tingkat kemiskinan di Indonesia?

Kajian Pustaka

Gizca-mezitama.blogspot.com/2010/01/perkembangansumberdayamanusia-kemiskinandalam.html

file:///H:/10%20Provinsi%20Paling%20Miskin%20di%20Indonesia%20_%20GOKILONLINE.com.html

BAB II

PEMBAHASAN

1.1  Penyebab Timbulnya Kemiskinan di Indonesia

Salah satu penyebab kemiskinan adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Institut Manajemen Zakat (IMZ) mengidentifikasi terdapat 4 (empat) problem SDM yang dialami oleh keluarga miskin. Pertama, Keluarga miskin tidak mampu membiayai anaknya di sekolah negeri karena tingginya biaya SPP, harga buku dan seragam serta biaya ujian reguler, ujian negara dan sebagainya. Kedua, Anak-anak keluarga miskin jarang bisa masuk ke sekolah negeri karena rendahnya kemampuan mereka sehingga tidak memenuhi persyaratan nilai minimum yang dikehendaki. Ketiga,  Sudah lulus SMA tidak mendapat pekerjaan yang sesuai karena kurangnya bekal ketrampilan yang memadai. Keempat, Kesenjangan antara masyarakat elit berpendidikan dengan si miskin yang kurang berpendidikan semakin lebar.

Menghadapi kondisi yang semakin sulit dewasa ini diperlukan Strategi Pengembangan SDM Bagi Masyarakat Miskin. Kendati, pada dasarnya dengan adanya kebijakan nasional tentang Wajib Belajar 9 tahun yang terkait dengan seluruh penduduk merupakan hal yang mendasar bagi pengembangan SDM. Karena dengan adanya program tersebut seyogyanya kita akan dapat mengambil kesimpulan bahwa di Indonesia 100% penduduk telah mengenyam pendidikan selama 9 tahun.

1.2  Solusi Menghadapi Kemiskinan

Menghadapi berbagai persoalan yang dialami keluarga miskin, maka tulisan ini mengkaji tentang “Strategi Pengembangan SDM Bagi Masyarakat Miskin”. Melalui pengembangan SDM ini diharapkan persoalan kemiskinan dapat diatasi. Hal ini juga dkuatkan oleh kajian Asian Development Bank (ADB). Menurut ADB, Sumber daya manusia seringkali merupakan satu satunya aset yang dimiliki kaum miskin, dan perkembangannya memiliki kepentingan yang mendasar dalam pengurangan kemiskinan. Membangun keahlian-keahlian yang dapat dipasarkan, melindungi kaum miskin terhadap bahaya dan resiko kesehatan, serta menghapus praktek-praktek membahayakan seperti penggunaan tenaga anak, merupakan inti dari pengembangan sumber daya manusia. Adalah perlu untuk memastikan relevansi, kualitas dan kuantitas jasa-jasa layanan sosial untuk meningkatkan produktifitas dan partisipasi seluruh anggota masyarakat. Sebaiknya dalam kontes yang lebih luas , lebih baik pemerintah menyediakaaan lapangan kerja bagi masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan.dan dari tersedianya lapangan kerja kemiskinan di Indonesia bsa di kurangi.

1.3  Perkembangan tingkat kemiskinan di Indonesia

 

Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31,02 juta orang (13,33 persen).

Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang berjumlah 32,53 juta (14,15 persen),

berarti jumlah penduduk miskin berkurang 1,51 juta jiwa.

Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih besar daripada daerah perdesaan. Selama

periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,81 juta orang,

sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang (Tabel 2).

Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah dari

Maret 2009 ke Maret 2010. Pada Maret 2009, sebagian besar (63,38 persen) penduduk miskin berada di

daerah perdesaan begitu juga pada Maret 2010, yaitu sebesar 64,23 persen.

Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2009-Maret 2010

nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut:

  1.  Selama periode Maret 2009-Maret 2010 inflasi umum relatif rendah, yaitu sebesar 3,43 persen.

Menurut kelompok pengeluaran kenaikan harga selama periode tersebut terjadi pada kelompok bahan

makanan sebesar 4,11 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 8,04

persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 3,85 persen; kelompok kesehatan

sebesar 3,18 persen; kelompok sandang sebesar 0,78 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas,

dan bahan bakar sebesar 2,08 persen, serta kelompok transpor dan komunikasi dan jasa keuangan

sebesar 1,38 persen.

  1.  Rata-rata upah harian buruh tani dan buruh bangunan masing-masing naik sebesar 3,27 persen dan

3,86 persen selama periode Maret 2009-Maret 2010.

c.   Produksi padi tahun 2010 (hasil Angka Ramalan/ARAM II) mencapai 65,15 juta ton GKG, naik

10 Propinsi dengan Angka Kemiskinan Tertinggi (%)

No Propinsi Angka Kemiskinan
1 Papua Barat 36,80
2 Papua 34,88
3 Maluku 27,74
4 Sulawesi Barat 23,19
5 Nusa Tenggara Timur 23,03
6 Nusa Tenggara Barat 21,55
7 Aceh 20,98
8 Bangka Belitung 18,94
9 Gorontalo 18,70
10 Sumatera Selatan 18,30

Sumber: Sensus Nasional BPS 2010

BAB III

PENUTUP

 

 

Kesimpulan

        

Bahwa secara mayoritas hal yang yang menyebabkan kemiskinan semakin meningkat yaitu rendahnya kualitas PSDM di Indonesia.dan apabila PSDM di Indonesia tidak meningkat, mungkin kemiskinan di Indonesia lebih banyak. Solusi mengatasi masalah tersebut, tersedianya lapangan kerja , wajib belajar 9 tahun.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: