Laporan Observasi


Hari/Tanggal       : Rabu , 1 desember 2010

Mata pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan

Kelas                     : VI ( Enam )

Wali Kelas            : Bpk. Walidi

Tempat                 : SDN Catur Tunggal 4 Depok,Sleman

Alamat                  : Depok, Sleman Yogyakarta

Menurut hasil pengamatan saya di SDN CaturTunggal 4 Depok, Sleman  Yogyakarta pada cara mengajar  Guru  kelas VI dengan mata pelajaran PKN  telah menunjukan ciri – ciri pembelajaran dalam pandangan Kontruktivistik adalah sebagai berikut :

  1. Guru mengintegrasikan atau mengkaitkan materi yang di ajarkan dengan hal-hal yang kongkrit atau contoh-contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Guru dalam menjelaskan materi pelajaran di bantu dengan media visual seperti  LCD Proyektor.
  3. Guru dalam memberi  tugas mata pelajaran mempersilahkan siswa untuk menyampaikan gagasannya sendiri dalam bentuk lisan atau tertulis.
  4.  Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya jika terjadi kesulitan.
  5. Guru mencoba meluruskan jika siswa dalam mengerjakan tugas terjadi kesalahan.
  6. Guru tidak menekankan pada satu jawaban saja,siswa di suruh mencari jawaban yang lain.
  7. Guru menggunakan system diskusi dalam memberi tugas.
  8. Guru memberikan pekerjaan rumah untuk mengamati lingkungannya dan mengkaitkannya dengan materi pelajaran yang di ajarkan.
  9. Guru membebaskan siswa belajar dengan nyaman yaitu guru memperbolehkan siswa memilih atau bergantian tempat duduk.
  10. Bahasa yang digunakan oleh guru kebanyakan  adalah bahasa jawa ( bahasa ibu ) ,sehingga siswa mudah dalam menangkap apa yang disampaikan oleh guru.

Dalam hal ini guru hanya memberi kesempatan siswa untuk berfikir sendiri  sebatas kemampuan mereka saja dan sekiranya bisa mereka pahami sendiri.

Begitu juga guru dalam menyampaikan materi tidak dengan bahasa yang terlalu sulit dan istilah asing pun jarang saya temukan.

Tidak adanya hukuman jika siswa tidak mengerjakan tugas atau PR , guru hanya menyuruh siswa untuk tanya pada temannya.

Guru juga memberi semangat atau motivasi kepada beberapa siswa yang dianggap badung atau nakal contohnya guru menepuk punggung siwa tersebut sambil berkata  “Sinau yo le sing rajin meneh ojo bal-balan wae” ( belajar  ya nak yang rajin lagi jangan main bola terus ).

Dan yang saya lihat seperti nya guru itu sudah akrab sekali dengan siswa-siswi nya,mereka sangat komuinkatif sekali dalam berkomunikasi. Mungkin factor bahasa yang digunakan yaitu bahasa ibu atau bahasa jawa dan kedekatan mereka.

Kondisi ruang kelas pun masih bisa di bilang layak atau standar untuk belajar, tidak mengalami kerusakan dan tidak terlalu sempit bahkan cukup luas.

Suasana kelas memang tidak begitu kondusif karena menurut pengamatan saya guru tersebut bukan karakter guru yang otoriter , jika terjadi keributan guru hanya berkata “ ayo dengarkan ”.

Sedangkan  di lihat dari cara belajar siswa ,menurut saya termasuk dalam cara belajar yang kontruktivistik karena  terdapat ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Keaktifan siswa memang terbatas tetapi menurut saya mereka sudah cukup aktif karena mereka dapat menambahkan jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru.
  2. Dalam menambahkan jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru , kebanyakan jawaban mereka di ambil dari hal-hal yang biasa mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari ,itu pertanda bahwa mereka sudah dapat mengkaitkan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan materi yang di ajarkan.
  3. Yang saya lihat siswa merasa nyaman dalam belajar karena mereka di perbolehkan bergantian tempat duduk yang mereka sukai.
  4. Kondisi psikologis siswa tidak tertekan bahkan cenderung santai dan merasa nyaman karena guru tidak menekankan kepatuhan siswa dan kedisiplinan.
  5. Mereka dapat menyampaikan gagasan nya secara leluasa.
  6. Mereka merasa sudah lebih akrab dengan guru mereka sehingga dalam menjawab pertanyaan yang di berikan oleh guru mereka jawab secara langsung tanpa mengacungkan tangan.

Jadi menurut pengamatan saya baik di tinjau dari cara guru mengajar dan cara belajar siswa telah menunjukan ciri-ciri teori kontruktivistik karena apa yang saya amati termasuk dalam cara guru mengajar dan cara belajar siswa.

Dan evaluasi di adakan setelah diskusi selesai yaitu dengan salah satu siswa maju secara suka rela untuk membacakan hasil pekerjaannya.

Ditinjau dari RPP ( Rencana Perbaikan Pembelajaran ) bahwa menujukan cara mengajar yang termasuk dalam teori kontruktivistik seperti  Metode diskusi Metode Tanya jawab,  Metode demonstrasi, Metode Penugasan.tetapi saya agak ragu dengan tujuan pembelajaran pada RPP bahwa semua perintah yabg tertera menunjukan cara belajar dengan hafalan yang termasuk cara belajar dalam teori behavioristik.

Tetapi yang terjadi di lapangan agak sedikit berbeda dengan tujuan pembelajaran yang tertera pada RPP,karena yang terjadi adalah siswa dapat menyebutkan atau menjawab pertanyaan yang di berikan oleh guru bukan hanya jawaban yang pernah di sampaikan oleh guru tetapi ia sudah bisa mencari jawaban yang lain di luar buku paket dan materi yang pernah guru tersebut sampaikan melainkan mereka mendapat jawaban tersebut dari hal-hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.

Dalam RPP pun tertera intruksi bahwa perlunya menggunakan media belajar,dalam hal ini guru pun memakai media visual yaitu LCD Proyektor dan iringi ia menjelaskannya secara lisan.hal ini dilakukan bertujuan agar siswa tahu bentuk asli atau bentuk nyata materi guru tersebut terangkan.

Hal tersebut memudahkan siswa untuk mencerna atau memahami materi yang guru tersebut berikan.begitu juga apa yang guru tersebut terangkan melalui lisan juga menjelaskan gambar yang muncul pada LCD.

Penelitian telah saya lakukan selama 1 hari tetapi hanya satu mata pelajaran dengan durasi waktu 2 jam dan saya telah menemukan ciri-ciri cara mengajar dan cara belajar dalam teori kontruktivistik.Demikian hasil observasi saya.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: