AS Kuasai 43 Persen Anggaran Militer Dunia


Sebuah dokumen yang dirilis Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) Swedia, menunjukkan anggaran militer global telah meningkat di tahun 2010. Sekitar 1,6 triliun dolar digunakan negara-negara di dunia untuk belanja keperluan peralatan militer.

Anggaran itu memperlihatkan peningkatan 1,3 persen dalam pengeluaran militer global bahkan ketika disesuaikan dengan tingkat inflasi. Namun secara keseluruhan, mengingat krisis ekonomi global, tingkat pertumbuhan anggaran militer dunia telah menurun. Sebagai contoh, di Eropa, dimana negara-negara tengah berjuang untuk keluar dari defisit anggaran, pengeluaran militer merosot sebesar 2,8 persen.

Menurut laporan SIPRI, Amerika Serikat masih menjadi yang terbesar dengan menguasai 43 persen belanja militer dunia disusul Cina 7,3 persen, Inggris 3,7 persen, Perancis dan Rusia 3,6 persen. Meski demikian, laju pertumbuhan pengeluaran anggaran militer AS menurun sebesar 2,8 persen pada tahun 2010.

Pengeluaran militer mengacu pada semua pengeluaran pemerintah terhadap pasukan militer dan tindakan saat ini, termasuk gaji dan tunjangan, biaya operasional, senjata dan pembelian peralatan, konstruksi militer, penelitian dan pengembangan serta administrasi pusat.

Secara keseluruhan, sejak tahun 2001, ketika perang di Afghanistan dimulai, anggaran militer AS telah mengalami peningkatan. Tapi, puncaknya terjadi pada tahun 2003 ketika invasi Irak dimulai dan pada tahun 2010, anggaran militer AS mencatat kenaikan 82 persen. Tampaknya tren ini tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Berdasarkan rilis SIPRI, Cina dan negara-negara lain di Asia telah berusaha untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pengeluaran militer dan pertumbuhan ekonomi mereka secara keseluruhan.

Selama ini, AS senantiasa berupaya menebarkan perselisihan dan konflik antara pemerintah dan bangsa. Negara adidaya itu kerap mengobarkan perang di berbagai kawasan demi memasarkan senjata. Belum lagi, komitmen AS untuk melanjutkan program suplai senjata kepada rezim Zionis Israel demi memuaskan para pemimpin Tel Aviv yang haus darah.

Kongres AS belum lama ini meloloskan undang-undang otorisasi anggaran bantuan militer kepada Israel. Ketentuan itu memberikan bantuan tambahan sebesar 205 juta dolar kepada Zionis untuk memperkuat sistem pertahanan rudal Israel, Iron Dome. Sejak tahun 2007, Washington memberikan bantuan tahunan kepada Tel Aviv sebesar tiga miliar dolar. Dana ini hampir sepenuhnya dihabiskan untuk pembelian senjata Amerika sebagai bagian dari perjanjian sepuluh tahun.

Washington menggunakan dana pembayar pajak untuk mendukung perang pimpinan AS, seperti Afghanistan, Irak dan sekarang Libya. Pemerintahan Barack Obama terus meningkatkan pengeluaran militer AS meski harus memangkas pengeluaran publik untuk menutupi defisit anggaran.(ir)

http://konspirasi.com/category/amerika/

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: